Kamis, 20 Februari 2014

Mencari Keadilan Dengan Berjalan Kaki



Indra Azwan Namanya,  memang bukan selebriti atau tokoh politik, namun sosok beliau sudah cukup dikenal luas. Beberapa kali media massa menulis kisahnya lantaran pria ini nekat akan berjalan kaki hingga ke Makkah,Arab Saudi Dia juga berniat pergi ke Gedung Sekretariat PBB di AS.
Indra yang lekat dengan atribut ”Singo Edan”(julukan bagi klub sepak bola Arema) telanjur digarai dengan tidak tuntasnya kasus hukum tabrak lari yang menimpa anaknya, Rifki Andika (12), oleh Joko Sumantri, seorang polisi, tahun 1993. Saat itu Joko berpangkat letnan satu, atau kini inspektur satu. Saat ini Joko berpangkat komisaris. ”Hati saya hancur. Saya enggak bisa membayangkan betapa sakitnya anak saya diperlakukan seperti itu. Setelah ditabrak, kok, ditinggal begitu saja,” ujarnya setengah memekik.Rifki ditabrak saat akan menyeberang pulang seusai belajar kelompok di Jalan S Parman, Malang.
Untuk perjalanan Malang-Jakarta yang berjarak 887 kilometer, Beliau  membawa uang Rp 670.000. Istrinya, Betty Bernatiani (44), memaksa Indra agar mau membawa Rp 600.000 dari keuntungan lapak kelontong mereka. Sisanya, Rp 70.000, adalah uang pribadi Indra. ”Saya enggak khawatir kurang makan. Di jalan nanti banyak sekali yang memberi makan, minum, bahkan ada yang memberi uang,” ujarnya.
Jika beliau lelah berjalan dan malam menjelang, beliau selalu mencari SPBU terdekat. Biasanya ia tidur di mushola atau lantai kosong di teras kantor SPBU. Di mana saja asal ada ruang untuk berselonjor, beliau  memanfaatkannya. Untuk sekadar menghangatkan badan, ia mengenakan sarung yang dibawanya dari rumah. Ia membawa tiga celana panjang dan empat kaus bergambar Singo Edan, lambang kebanggaan Arema (Arek Malang).
Bagi Indra, perjuangan ini tak semata-mata untuk kepentingan pribadinya. ”Ada ribuan orang yang mungkin nasibnya seperti saya. Dengan aksi ini saya mengimbau indra-indra yang lain muncullah. Jangan takut!”
Saya sangat Turut Prihatin atas Hilangnya keadilan  di negeri tercinta ini.Aksi,Semua Ketidak adilan ini bisa di perbaiki sedikit demi sedikit dengan menanamkan kejujuran kepada lingkungan kita dan terutama bagi diri sendiri.

Saya berdoa untuk pak indra dan masyarakat Indonesia yang sedang  mencari keadilan semoga lekas mendapat jalan keadilan yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About