Indra Azwan Namanya, memang bukan selebriti atau tokoh politik,
namun sosok beliau sudah cukup dikenal luas. Beberapa kali media massa menulis
kisahnya lantaran pria ini nekat akan berjalan kaki hingga ke Makkah,Arab Saudi
Dia juga berniat pergi ke Gedung Sekretariat PBB di AS.
Indra yang lekat dengan atribut ”Singo Edan”(julukan
bagi klub sepak bola Arema) telanjur digarai dengan tidak tuntasnya kasus hukum
tabrak lari yang menimpa anaknya, Rifki Andika (12), oleh Joko Sumantri,
seorang polisi, tahun 1993. Saat itu Joko berpangkat letnan satu, atau kini
inspektur satu. Saat ini Joko berpangkat komisaris. ”Hati saya
hancur. Saya enggak bisa membayangkan betapa sakitnya anak saya diperlakukan
seperti itu. Setelah ditabrak, kok, ditinggal begitu saja,” ujarnya setengah memekik.Rifki ditabrak saat akan
menyeberang pulang seusai belajar kelompok di Jalan S Parman, Malang.
Untuk
perjalanan Malang-Jakarta yang berjarak 887 kilometer, Beliau membawa uang Rp 670.000. Istrinya, Betty
Bernatiani (44), memaksa Indra agar mau membawa Rp 600.000 dari keuntungan
lapak kelontong mereka. Sisanya, Rp 70.000, adalah uang pribadi Indra. ”Saya
enggak khawatir kurang makan. Di jalan nanti banyak sekali yang memberi makan,
minum, bahkan ada yang memberi uang,” ujarnya.
Jika beliau lelah berjalan dan malam menjelang, beliau
selalu mencari SPBU terdekat. Biasanya ia tidur di mushola atau lantai kosong di
teras kantor SPBU. Di mana saja asal ada ruang untuk berselonjor, beliau memanfaatkannya. Untuk sekadar menghangatkan
badan, ia mengenakan sarung yang dibawanya dari rumah. Ia membawa tiga celana
panjang dan empat kaus bergambar Singo Edan, lambang kebanggaan Arema (Arek
Malang).
Bagi Indra, perjuangan ini tak semata-mata untuk
kepentingan pribadinya. ”Ada ribuan orang yang mungkin nasibnya seperti saya.
Dengan aksi ini saya mengimbau indra-indra yang lain muncullah. Jangan takut!”
Saya sangat Turut Prihatin atas Hilangnya keadilan di negeri tercinta ini.Aksi,Semua Ketidak
adilan ini bisa di perbaiki sedikit demi sedikit dengan menanamkan kejujuran
kepada lingkungan kita dan terutama bagi diri sendiri.
Saya berdoa untuk pak indra dan masyarakat Indonesia yang
sedang mencari keadilan semoga lekas
mendapat jalan keadilan yang terbaik.